Murung Raya

Lawan Pernikahan Dini, Pemkab Mura Gandeng Swasta dan Remaja Turunkan Angka Stunting

133
×

Lawan Pernikahan Dini, Pemkab Mura Gandeng Swasta dan Remaja Turunkan Angka Stunting

Sebarkan artikel ini

Info-kalteng.co, Puruk Cahu – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya secara resmi memulai Implementasi Program Gerakan Remaja Lawan Pernikahan Dini. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung dari 21 hingga 24 Juli 2025 ini diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Murung Raya, bekerja sama dengan PT Alamtri Minerals Indonesia dan PT Maruwei Coal, bertempat di Aula RSUD Puruk Cahu, Senin (21/7/2025).

Program ini merupakan upaya nyata Pemkab dalam mengatasi pernikahan usia dini, sebuah tantangan serius yang berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Mewakili Bupati Heriyus, Wakil Bupati Rahmanto Muhidin menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi strategis antara Pemda, sektor swasta, dan elemen masyarakat ini.

Rahmanto menekankan bahwa kolaborasi tersebut merupakan langkah sinergis dalam mewujudkan Murung Raya yang lebih maju, sehat, dan sejahtera. Beliau berharap program ini berfungsi ganda, tidak hanya sebagai media edukasi, tetapi juga sebagai gerakan moral yang melindungi masa depan generasi muda.

“Kita ingin anak-anak kita memiliki kesempatan untuk tumbuh, belajar dan meraih cita-cita mereka tanpa terhambat oleh pernikahan di usia yang belum matang,” ujar Rahmanto. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif seluruh unsur masyarakat, termasuk keluarga, sekolah, dan tokoh komunitas.

Wabup Rahmanto juga menyoroti komitmen Pemkab Murung Raya di bawah kepemimpinan lima tahun ke depan untuk menurunkan angka stunting. Ia menjelaskan bahwa pernikahan dini merupakan salah satu penyebab utama stunting, disamping faktor lain seperti kurangnya pengetahuan, faktor ekonomi, dan pengaruh pergaulan bebas.

Turut hadir dalam acara pembukaan ini Wakil Bupati Rahmanto Muhidin, Wakil Ketua I DPRD Mura Dina Maulidah, Kepala Dinas Kesehatan Suwirman Hutagalung, perwakilan PT. Alamtri Minerals Indonesia dan PT. Maruwei Coal, serta narasumber dari Provinsi Kalimantan Tengah, para kepala sekolah, guru, dan siswa. (*)