Info-Kalteng.Co, Puruk Cahu – Acara pelepasan Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Murung Raya, Ibu Regita, S.P., M.M., pada Rabu, 3 September 2025, menjadi sorotan utama. Tidak hanya sebagai seremoni perpisahan, acara ini juga menjadi panggung bagi Bupati Heriyus Midel Yoseph untuk menyampaikan pesan inspiratif mengenai makna sesungguhnya dari masa pensiun bagi seorang abdi negara.
Dalam sambutannya yang bersemangat, Bupati Heriyus Midel Yoseph secara tegas menyatakan pandangannya. Menurutnya, masa pensiun sama sekali bukanlah sebuah “akhir” dari pengabdian seorang PNS kepada negara dan masyarakat. Pandangan ini menawarkan perspektif yang jauh lebih optimis dan memberdayakan bagi para birokrat yang akan memasuki purnabakti.
Bupati Heriyus Midel Yoseph justru menekankan bahwa pensiun harus dimaknai sebagai “awal baru” yang penuh potensi. Awal baru ini, kata Bupati, membuka peluang bagi para purna tugas untuk mengabdikan diri kepada masyarakat dalam bentuk yang berbeda, bahkan bisa jadi secara lebih penuh dan leluasa tanpa terikat oleh struktur dan rutinitas kantor yang formal.
Pesan kunci yang disampaikan oleh Bupati adalah pentingnya menjaga semangat dan optimisme agar tetap menyala. Beliau mendorong Ibu Regita, dan juga para PNS lainnya yang akan pensiun, untuk memandang fase ini sebagai kebebasan baru untuk berkontribusi sesuai dengan passion dan keahlian yang dimiliki, namun dengan kendali waktu yang sepenuhnya berada di tangan mereka sendiri.
Selain menyampaikan pesan filosofis, Bupati juga mengucapkan selamat dan terima kasih yang tulus atas totalitas pengabdian Ibu Regita selama menjabat sebagai Kepala Dinas Dukcapil. Kontribusi Ibu Regita dalam peningkatan layanan administrasi kependudukan di Murung Raya dianggap sangat signifikan dan telah meninggalkan warisan yang positif bagi pemerintahan daerah.
Acara pelepasan itu sendiri berlangsung di tengah suasana kekeluargaan, dengan dihadiri oleh berbagai pejabat, termasuk Sekretaris DPRD Murung Raya, Andri Raya. Setelah sambutan Bupati, acara ditutup dengan pemberian cenderamata dan foto bersama, mengukuhkan tekad bahwa meskipun tugas formal berakhir, pengabdian sejati seorang PNS akan terus berlanjut.(*)












